Ahad, 9 Disember 2012

Artikel pertama ku, masih perlu banyak masukan


Sosok Pedagang Makanan “Ancung”

            “ Lauk…lauk…lauk…”, teriakan ini selalu membahana di lingkungan kos Nusa Indah Singaraja. Kemudian munculah sosok wanita paruh baya dengan menjinjing barang dagangannya. Viona, itulah nama sapaan dari para pelanggannya. Tanpa lelah ia mengayuh kedua kakinya masuk dari satu kos ke kos yang lain, dan dari satu sekolah ke sekolah lain. Sosok Viona ini adalah seorang pedagang makanan “ancung”. Sebagian besar anak-anak kos menanti-nanti teriakannya, terutama saat perut kerocongan. Bila Viona tidak berjualan anak-anak kos sering kelaparan. Karena kebanyakan dari anak kos malas keluar untuk membeli makanan sendiri. Mengingat cuaca kota Singaraja yang begitu panas.
Sosok Viona
            Barang dagangan yang ia jual dapatkan dari bosnya. Ia seperti distributor, yang menyalurkan atau menjual barang dagangannya ke para pembeli atau pelanggan. Upah yang ia dapatkan adalah dari laba penjualan. Bila ia menjual sebungkus sayur seharga Rp. 1.500,00, maka ia akan mengambil laba Rp. 500,00 dari harga pokok yang ditetapkan oleh bosnya. Bisa kita bayangkan, berapa rupiah yang bisa ia kumpulkan per hari? Tak banyak dan bisa terbilang kurang. Menjadi pedagang ancung ia jalankan setiap hari Senin hingga Sabtu. Sedangkan Minggu, ia manfaatkan untuk melakukan pekerjaan lain. Ia menjadi seorang buruh setrika baju di sebuah laundry di Singaraja. Ia tak pernah mengeluh dan merasa lelah untuk mengumpulkan uang demi anak dan keluarganya.
            Dengan pekerjaannya sebagai pedagang makanan “ancung” dan buruh setrika baju itu, ia mampu menyekolahkan anaknya hingga tingkat perguruan tinggi. Salah satu anaknya saat ini mengenyam bangku kuliah di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, jurusan Akutansi. “Mongken je ngidang ngasukang, kanggoang…”, tegas Viona. Tak banyak kata yang ia ucapkan saat berbincang-bincang dengan penulis. Namun setiap kata-katanya, tersirat makna yang dalam. Bagaimana ia terus berusaha untuk dapat membiayai anaknya dan keluarganya, di tengah kerasnya hidup ini. Ia adalah sosok ibu yang tegar dan kerja keras. :)

2 ulasan:

  1. Terima kasih... INi dagang yang juga sering ke kos saya dulu... Saat itu, anaknya masih SMP :) Salut. .

    BalasPadam
  2. Yang benar pak? Sekarang dagang ini langganan di kos saya...:D

    BalasPadam